Wakil DUTA BESAR Ngobrol Santai dengan Komunitas Indonesia di Malaysia di Kedai GraPARI Chowkit

Dalam rangka meningkatkan pelayanan KBRI Malaysia kepada Warga Negara Indonesia di Malaysia, pihak KBRI menyiapkan layanan Call Center dan Bicolony yang bekerja sama dengan TELKOM Internasional Indonesia (Telin) Malaysia. KBRI sangat memerlukan masukan dari warga Indonesia yang ada di Malaysia.

Terkait hal tersebut Telin Malaysia bersama  Kantor Berita Antara di Malaysia memfasilitasi pertemuan antara pihak KBRI dengan warga Indonesia pada hari Minggu tanggal 18 Mei 2014 jam 15.00-17.00 di Kedai Grapari Telkomsel Chowkit, Jl. Tuanku Abdul Rahman, Seksyen 41, Kuala Lumpur 50480. Topik yang diangkat adalah sarana informasi dari Pemerintah Indonesia (KBRI) bagi WNI.  Persiapan dan penyelenggaraannya suksesnya acara ini dilakukan oleh Telin bersama peserta GTP yang ada di Malaysia.

Warga Indonesia yang hadir antara lain dari kalangan pekerja yang merupakan mahasiswa Universitas Terbuka Indonesia,   Komunitas Jawa, Padang, Sunda, Kalimantan, Aceh serta perwakilan BNI. Dari Kedutaan Indonesia hadir Wakil Duta Besar Indonesia Bapak Hermono dan Konselor Kedutaan Bapak  Dino Nurwahyudin, sedang dariTelin Malaysia hadir  CEO nya Oki Wiranto.

Acara dibuka oleh moderator Bpk. N. Aulia Badar dari Kantor Berita Antara Malaysia yang dilanjutkan sambutan dan arahan dari Wakil Dubes P Hermono.

Dalam paparannya  Hermono menjelaskan tentang perlunya  kecepatan penyebaran informasi dan layanan pemerintah kepada warga Indonesia. Informasi dari KBRI bisa dilihat di website KBRI, Call Center, Radio (kerjasama dgn Kantor Berita Malaysia; Bernama), Face Book, serta dialog interaktif seperti acara ini.  Memang masih terdapat kekurangan terhadap layanan informasi ini, Hermono berjanji akan melakukan secara berkesinambungan, contohnya SMS Blast ke pelanggan Kartu As yang dilakukan Telin Malaysia terkait Pemilu yang lalu. Selanjutnya Telin Malaysia diharapkan mendukung dan berpartisipasi dalam penyebaran informasi ke warga Indonesia, apalagi sebentar lagi akan dilaksanakan pemilihan Presiden RI. Lebih jauh Hermono menjelaskan bahwa karena ketidaktahuan, tidak dapat informasi yang jelas tentang persyaratan keimigrasian, pemutihan, kelengkapan persyaratan dokumen, paspor palsu,  dan lain lain , maka banyak warga Indonesia terutama migrant worker yang tertipu, di sweeping, dipulangkan, bahkan dipenjarakan oleh pemerintah Malaysia. Banyak yang pulang ke Indonesia melalui jalur lain, contohnya dari Thailand dengan kapal yang tidak layak,  sehingga ada yang meninggal karena sakit atau karena kapal tersebut tenggelam. Saat ini KBRI sangat intens membahas permasalahan ini dengan Kementerian Dalam Negeri Indonesia dan pihak pemerintah Malaysia.

CEO TELKOM Indonesia Internasional  Malaysia  Oki Wiranto dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran TELKOM di Malaysia tidak semata-mata karena pertimbangan bisnis, tapi juga untuk citizen welfare dan sebagai agen pembangunan. TELKOM telah hadir di 10 Negara dimana Indonesian migrant worker  banyak bekerja di sana diantaranya ; Singapore, Malaysia, Arab Saudi. TELKOM juga merupakan satu-satunya  perusahaan ICT merah putih yang berbuat demi bangsa yang secara informal akan membantu pemerintah Indonesia. Telin Malaysia sudah bekerjasama dengan BNP2TKI Lombok untuk memberikan penyuluhan kepada TKI yang akan berangkat ke Malaysia. Ruangan Community Center di Kedai Grapari ini juga sebenarnya diperuntukkan bagi warga Indonesia di Malaysia dan KBRI agar terjadi komunikasi dan penyebaran informasi. Telin Malaysia juga bekerjasama dgn KBRI untuk persiapkan pusat layanan (Call Center) warga Indonesia, terutama para pekerja.

Pada sesi tanya jawab, banyak permasalahan dan pertanyaan yang disampaikan oleh perwakilan komunitas  Indonesia yang hadir, umumnya seputar permasalahan TKI di Malaysia. Dino Nurwahyudin selaku Konselor menjelaskan, sebaiknya pekerja Indonesia harus punya majikan tetap dan tidak bekerja bebas serta berpindah2 sehingga ada penjamin di negeri orang. Bekerja secara bebas bisa dapat gaji lebih besar, tapi diuber dan akhirnya ditangkap polisi, juga akan menimbulkan biaya yang cukup besar. Di penghujung acara, selain ramah tamah juga para peserta foto bersama dengan Wakil Dubes Indonesia Bapak Hermono, dimana tak lupa beliau menyatakan bahwa acara dialog santai seperti akah dilanjutkan secara periodik.


Wakil DUTA BESAR Ngobrol Santai dengan Komunitas Indonesia di Malaysia di Kedai GraPARI Chowkit


No Comments

Sorry comments are closed for this Post.

Sign InAlready a Member